Rabu, 09 April 2014

OBSERVASI

OBSERVASI

Nama : Jhonatan Liony                              
NPM : 18111183                                           
Kelas : 3 KA 41
Mata Kuliah : SOFT SKILL
Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengunjungi lokasi penelitian untuk mengamati langsung berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan. Penemuan ilmu pengetahuan selalu dimulai dengan observasi dan kembali kepada observasi untuk membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan tersebut.
1. Tujuan Observasi
    Dengan observasi kita dapat memperoleh gambaran tentang kehidupan sosial yang sukar untuk diketahui dengan metode lainnya. Observasi dilakukan untuk menjajaki sehingga berfungsi eksploitasi. Dari hasil observasi kita akan memperoleh gambaran yang jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk-petunjuk tentang cara pemecahannya. Jadi, jelas bahwa tujuan observasi adalah untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan atau tempat penelitian.
2. Jenis-jenis Observasi
    Berdasarkan pelaksanaan, observasi dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu observasi partisipasi dan observasi non partisipasi.
A. Observasi partisipasi
  Observasi partisipasi adalah observasi yang melibatkan peneliti atau observer secara langsung dalam kegiatan pengamatan di lapangan. Jadi, peneliti bertindak sebagai observer, artinya peneliti merupakan bagian dari kelompokyang ditelitinya. Keuntungan cara ini adalah peneliti merupakan bagian yang integral dari situasi yang dipelajarinya sehingga kehadirannya tidak memengaruhi situasi penelitian. Kelemahannya, yaitu ada kecenderungan peneliti terlampau terlibat dalam situasi itu sehingga proseduryang berikutnya tidak mudah dicek kebenarannya oleh peneliti lain.
B. Observasi non partisipasi
  Observasi non partisipasi adalah observasi yang dalam pelaksanaannya tidak melibatkan peneliti sebagai partisipasi atau kelompok yang diteliti. Cara ini banyak dilakukan pada saat ini. Kelemahan cara ini antara lain kehadiran pengamat dapat memengaruhi sikap dan perilaku orang yang diamatinya.
3. Instrumen yang Digunakan dalam Melakukan Observasi.
  Instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi, yaitu checklist rating schalest  anecdotal record, catatan berkala, dan mechanical device.
 A. Check list merupakan suatu daftar yang berisikan nama-nama responden dan faktor- faktor yang akan diamati.
B. Rating scale, merupakan instrumen untuk mencatat gejala menurut tingkatan- tingkatannya.
C. Anecdotal record, merupakan catatan yang dibuat oleh peneliti mengenai kelakuan -   kelakuan luar biasa yang ditampilkan oleh responden.
D. Mechanical device, merupakan alat mekanik yang digunakan untuk memotret peristiwa- peristiwa tertentu yang ditampilkan oleh responden.
4. Keuntungan dan Kelemahan Penggunaan Observasi dalam Pengumpulan Data.
A. Kelebihan observasi
      Kelebihan dari observasi, antara lain:
1.    Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut masih berlaku, atau sewaktu perilaku sedang terjadi sehingga pengamat tidak menggantungkan data-data dari ingatan seseorang.
2.    Pengamat dapat memperoleh data dan subjek, baik dengan berkomunikasi verbal ataupun tidak, misalnya dalam melakukan penelitian. Sering subjek tidak mau berkomunikasi secara verbal dengan peneliti karena takut, tidak punya waktu atau enggan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan adanya pengamatan (observasi) langsung.
b.    Kelemahan observasi
Kelemahan dari observasi, antara lain:
1.    Memerlukan waktu yang relatif lama untuk memperoleh pengamatan langsung terhadap satu kejadian, misalnya adat penguburan suku Toraja dalam peristiwa ritual kematian, maka seorang peneliti harus menunggu adanya upacara adat tersebut.
2.    Pengamat biasanya tidak dapat melakukan terhadap suatu fenomena yang berlangsung lama, contohnya kita ingin mengamati fenomena perubahan suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern akan sulit atau tidak mungkin dilakukan.
3.    Adanya kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin diamati, misalnya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti kita ingin mengetahui perilaku anak saat orang tua sedang bertengkar, kita tidak mungkin melakukan pengamatan langsung terhadap konflik keluarga tersebut karena kurang jelas.
                                                           
5. Langkah-langkah dalam Observasi
Langkah-langkah dalam melakukan observasi adalah sebagai berikut.
1.  Harus diketahui di mana observasi itu dapat dilakukan.
2.  Harus ditentukan dengan pasti siapa saja yang akan diobservasi.
3.  Harus diketahui dengan jelas data-data apa saja yang diperlukan.
4.  Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar.
5.  Harus diketahui tentang cara mencatat hasi! observasi, seperti telah menyediakan buku catatan, kamera, tape recorder, dan alat-alat tulis lainnya.
6. Beberapa hal yang menjadi bahan pengamatan
Hal - hal yang biasanya menjadi pengamatan seorang peneliti yang menggunakan metode pengamatan adalah sebagai berikut.
A.  Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, apa status mereka, bagaimana hubungan mereka dengan kegiatan tersebut, bagaimana kedudukan mereka dalam masyarakat atau budaya tempat kegiatan tersebut, kegiatan menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut, serta akibat dari kegiatan tersebut.
B. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan dari kegiatan atau peristiwa yang diamati.
C. Perasaan, menyangkut ungkapan-ungkapan emosi partisipan, baik itu dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, atau gerak tubuh.
D. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi dari peristiwa yang diamati serta pandangan para partisipan tentang waktu.
E. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan atau peristiwa yang diamati serta pandangan para partisipan tentang waktu.
F. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda atau alat yang dipakai pada saat kegiatan berlangsung.
G. Peristiwa, menyangkut kejadian-kejadian lain yang terjadi bersamaan atau seiring dengan kegiatan yang diamati.
7.  Bentuk-bentuk Metode Pengamatan
Berdasarkan keterlibatan penelitinya, metode pangamatan dibedakan sebagai berikut.
 A. Pengamatan biasa
Pada pengamatan biasa, pengamat merupakan orang yang sepenuhnya melakukan pengamatan (complete observer), la tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan pelaku yang menjadi objek penelitian.
B. Pengamatan terkendali (controlled observation)
   Dalam pengamatan terkendali, pengamat juga sepenuhnya melakukan pengamatan. la tidak memiliki hubungan apa pun dengan objek (pelaku) yang diamatinya. Akan tetapi, berbeda dengan pengamatan biasa pada pengamatan terkendali orang yang menjadi sasaran penelitian ditempatkan dalam suatu ruangan yang dapat diamati oleh peneliti. Dalam lingkungan yang terbatas tersebut, pengamat mengadakan berbagai percobaan atas diri para sasaran penelitian.
Pengamatan terkendali umumnya dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan dalam melaporkan hasil pengamatan dan biasanya banyak digunakan dalam penelitian yang mengkhususkan perhatian pada usaha mengetahui sebanyak mungkin sifat kelompok kecil.
C. Pengamatan terlibat (participant observation)
   Pengamatan terlibat merupakan jenis pengamatan yang paling sering digunakan dalam penelitian antropologi khususnya etnografi. Metode semacam ini dalam bahasa Jerman disebut juga verstehen, yaitu suatu metode yang memungkinkan terjadinya keterlibatan seorang peneliti pada masyarakat yang dijadikan objek penelitiannya.
Dalam pengamatan terlibat, pengamat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diamati. Caranya peneliti datang ke lokasi penelitian, tinggal di tempat tersebut untuk jangka waktu tertentu, mempelajari bahasa, atau dialek setempat, kemudian berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari sambil melakukan pengamatan.
Berdasarkan tingkat keterlibatan penelitinya, pengamatan terlibat dibedakan sebagai berikut.
                                          
1. Pengamat sepenuhnya terlibat (complete participation) :
 Pengamat sepenuhnya terlibat sehingga pelaku yangmenjadi objek penelitian tidak mengetahui bahwa mereka sedang diamati.
2. Pengamat berperan sebagai peserta (observeras participant) :
Pada pengamatan jenis ini, keterlibatan pengamat dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan objekyang diteliti masih ada. Namun, keterlibatan ini bersifat sangat terbatas karena pengamat berada di tempat penelitian hanya untuk jangka pendek. Dibandingkan dengan pengamatan penuh, pengamatan jenis ini jelas relatif lebih mudah dan lebih cepat dilakukan.
3.    Pengamat berperan sebagai pengamat (complete participant as observer) :
            Pengamatan jenis ini, status pengamat selaku peneliti diketahui para pelaku yang menjadi objek penelitian.
            Selain berdasarkan tingkat keterlibatan penelitinya, metode pengamatan juga dibagi berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan seperti berikut ini :
A. Pengamatan tidak berstruktur
          Pada pengamatan yang tidak berstruktur, tidak ada suatu ketentuan mengenai apa yang harus diamati oleh pengamat. Sebelum mulai mengumpulkan data, pengamatnya tidak mempunyai format pencatatan atau ketentuan baku tentang cara-cara pencatatan hasil pengamatan.
Pengamatan yang tidak berstruktur sering digunakan dalam penelitian-penelitian antropologi ataupun dalam penelitian yang sifatnya eksploratori.
B. Pengamatan berstruktur
        Pada pengamatan berstruktur, apa yang hendak diamati telah direncanakan oleh peneliti secara sistematis, sehingga isi pengamatan lebih sempit dan lebih terarah dibanding isi pengamatan yang tidak berstruktur. Dalam mengumpulkan data, peneliti berpedoman kepada format pencatatan atau ketentuan baku yang telah ditetapkan sebelumnya.
     8.  Alat-alat Pengamatan
Untuk menambah ketepatan pengamatan, selain dilengkapi dengan alat-alat untuk mencatat, biasanya peneliti juga dilengkapi dengan alat-alat sebagai berikut.
   A. Tape recorder, untuk merekam pembicaraan.
   B. Kamera, untuk merekam berbagai kegiatan secara visual.
   C. Film atau video, untuk merekam kegiatan objek penelitian secara audio-visual.
   D. Buku dan pulpen, untuk mencatat hasil penelitian.
Seorang pengamat tentu saja tidak harus menggunakan seluruh peralatan di atas. Penggunaan alat-alat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan kemampuan peneliti.
                                     
9. Prinsip-prinsip Pengamatan
Untuk memperoleh hasil yang baik, seseorang yang hendak melakukan pengamatan sebaiknya memerhatikan prinsip-prinsip pengamatan sebagai berikut.
   A. Pengamatan sebagai suatu cara pengumpulan data harus dilakukan secara cermat, jujur, dan objektif serta terfokus pada objek yang diteliti.
   B. Dalam menentukan objek yang hendak diamati, seorang pengamat harus mengingat bahwa makin banyak objek yang diamati, makin sulit pengamatan dilakukan dan makin tidak teliti hasilnya.
   C. Sebelum pengamatan dilaksanakan, pengamat sebaiknya menentukan cara dan prosedur pengamatan.
   D. Agar pengamatan lancar, pengamat perlu memahami apa yang hendak dicatat serta bagaimana membuat catatan atas hasil pengamatan yang terkumpul.

Ø  Kesimpulan :
Seiring dengan berkembangnya zaman dari waktu ke waktu, yang kemudian disebut sebagai era globalisasi dan observasi yang di atas adalah pengumpulan data yang diambil dari lapangan atau internet tergantung apa yang kita ambil data tersebut, misal nya bila kita ingin mengambil data pasti kita akan wawancara dengan orang atau meminta izin untuk mengambil data tentang data beberapa orang karyawan yang ada di perusahaan tersebut pasti saya akan menanyakan ke bagian data berapa karyawan di perusahaan tersebut, dalam mengambil data di negara ini sangat susah karena data tersebut sangat rahasia dan tidak boleh disebar luaskan kepada umum karena globalisasi di dunia tidak bisa dihindari.
Ø  Saran :
Globalisasi tidak bisa dihindari, yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikannya dengan kehidupan yang bermoral dan beragama di Indonesia Jika kita hanya bisa menyesuaikan diri dengan era yang baru agar proses pengambilan observasi berjalan dengan baik, kita harus lebih tau apa yang akan kita ambil data tersebut dan berperilaku yang sopan santun, klau kita sudah mengetahui nya baru kita pergi ke suatu perusahaan yang kita untuk wawancara supaya tidak terjadi kesalahaan dalam pengambilan data.






Rabu, 16 Oktober 2013

Artkel dan opini ( Kekompakaan dalam sebuah team futsal )

saya mau berbagai kisah, oh ya saya sebagai pengatur yang akan mencari dana dan dukungan dari para jemaat dan oh ya pada saat itu uang kas pemuda saya sangat minim banget. Di sebuah gereja dimana saya bersama teman - teman saya mau ikut pertandingan futsal dimana waktu itu dukungan sangat tipis padahal waktu itu sangat mepet banget dan saya ga yakin bahwa team futsal saya akan menang mendapatkan juara. Pada waktu yang sangat singkat banget saya harus cari dukungan dan dana terus untuk bertanding, saya juga gak yakin akan berhasil cari dukungan dan dana dari para jemaat. Pada saat itu ada seorang jemaat yang kasih masukan ke saya untuk mencari dukungan dana dan dukungan serta harus optimis bahwa team futsal gereja bisa memenangkan juara. Pas satu minggu lagi akan bertanding team futsal gereja masih was - was akan dukungan dan dana yang di persiapkan tapi team futsal gereja gak menyerah begitu aja, team futsal terus berlatih keras mungkin dan akan menunjukkan kemampuaan sekuat tenaga mereka pada pertandingan, saya dan teman - teman berdoa kepada Jesus terus supaya dapat di mudahkan untuk pencariaan dana dan dukungan dari jemaat gereja singkat cerita w dapat dukungan dan dana yang baik untuk pertandingan futsal. Pada saat di mulai pertandingan futsal team futsal gereja was - was untuk bertanding, pada saat itu lawan yang akan di hadapi sangat berat, susah dan jago - jago. Tapi dari salah satu masukan dari pelatih bahwa kita harus yakin, optimis untuk menangkan pertandingan serta mendapatkan juara. Pas pertandingan di mulai ada salah satu team lain yang bilang bahwa team futsal gereja saya ga bisa menang melawan team lain, berpikir bahwa ga akan lolos penyisihaan grup. Pada saat itu saya beserta teman - teman saya ga pantang menyerah bahkan ga menanggapin omongan dari team lain dan singkat cerita team futsal gereja saya lolos grup dan masuk ke semi final. Meskipun team futsal gereja saya masuk futsal tapi pertandingan belum selesai dan masih banyak rintangan yang akan di hadapi, nah pas mau bertanding team futsal gereja udah kehabisaan tenaga, padahal waktu pertandingan tinggal 15 menit lagi pada saat itu skor 5 - 4 di situ team futsal udah ga ada tenaga. Pas pelatih minta time out, pelatih team futsal saya mengasih tau pada pemain untuk tetap semangat bisa masuk final dan mengganti strategi dalam pertandingan futsal setelah mulai bertanding team futsal gereja w terus menyerang sampai akhir pertandinga dan akhirnya team gereja saya mendpatkan angka menjadi 6 - 4, sampai akir pertandingan dan team futsal gereja w masuk final. Pas masuk final masih ada yang ga percaya bahwa team futsal gereja saya bisa masuk final, akhir nya bertanding melawan juara bertahan. Pada saat itu juga team futsal saya udah habis tenaga total, banyak pemain yang sudah cedera dan tanpa henti - henti nya mendapat serang serta menyerang team lawan. Puji Tuhan team gereja saya mendapatkan juara 2, meskipun target dapat juara 1 tapi itu yang sudah di kasih Tuhan untuk team futsal gereja saya, meskipun ini baru mendapatkan juara tapi saya beserta teman - teman senang bisa memberikan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Akhirnya jemaat gereja dan team lain mempercayai bahwa team futsal gereja saya bisa mendapatkan juara 2. GBU...

WAJAH BAHASA KU KINI

Dampak Penggunaan Bahasa Alay pada Remaja Indonesia

Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mulai tergusur oleh munculnya bahasa alay, hal ini tampak jelas pada bahasa lisan dan tulis yang sering digunakan oleh masyarakat kita, khususnya dikalangan remaja. Remaja Indonesia kesulitan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesulitan tersebut terjadi karena adanya penggunaan bahasa baru yang mereka anggap sebagai sebuah kreativitas. Bahasa yang mengandung sandi-sandi tertentu dan sekarang dirasa wajar muncul dari beberapa kalangan yang menggunakan bahasa prokem. Bahasa prokem adalah bahasa yang digunakan oleh sekelompok orang dan hanya dimengerti oleh mereka. Bahasa prokem yang sekarang ini  sedang menjadi tren di Indonesia terutama pada kalangan remaja adalah bahasa alay, jika tidak menggunakannya, mereka takut dikatakan  ketinggalan zaman atau tidak gaul.

Remaja pada umumnya telah melupakan  bahkan tidak mengetahui  kaidah  EYD dalam membuat sebuah karangan, kalimat, atau bahkan menuliskan sebuah kata. Mereka tidak mengerti bagaimana menulis lambang bilangan, penggunaan kata yang tidak baku, ataupun menggunakan akronim yang benar. Ironis, seharusnya mereka mampu menggunakan kaidah yang benar dalam menulis karena bahasa Indonesia adalah bahasa bangsa kita. Pelajaran bahasa Indonesia sendiri pun telah diajarkan sejak TK. Apakah fenomena yang sedang terjadi pada penggunaan bahasa Indonesia pada remaja saat  ini?
 Bahasa adalah kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk  kalimat yang memiliki arti. Bahasa merupakan alat yang sangat tidak memadai untuk berpikir dengan tertib dan untuk melahirkan pendapat (C.P.F.Lecoutere, L. Grootaers). Munculnya bahasa alay merupakan ancaman yang cukup serius pada penggunaan bahasa lisan dan tulis. Terkadang penggunaan bahasa lisan tidak terlalu disorot, karena merupakan bahasa percakapan sehari-hari, meski demikian pada situasi formal penggunaan bahasa lisan yang kurang baik akan menimbulkan kesan kurang baik pada penggunanya. Seseorang terbiasa menggunakan elo, gue akan cenderung sulit menggunakan kata saya, anda. Banyak Remaja yang lancar dalam penggunaan bahasa alay, tetapi kesulitan dalam berbahasa Indonesia. Contohnya, mereka lebih nyaman memakai kataBonyok(bokap,nyokap) yang berarti ayah dan ibu, kemudian ada lagi penggunaan katadimana menjadi dimandose.
 Munculnya SMS (Short Message Service) dirasa menjadi cikal munculnya bahasa tulis yang menyimpang. Bermula dari kata-kata yang disingkat, akhirnya menimbulkan singkatan kata yang menyimpang dari kata yang dimaksud. Munculnya jejaring sosial sepertifriendster, facebook, dan twitter, mendorong kian maraknya penggunaan  bahasa alay di Indonesia, karena dari jejaring sosial tersebut juga muncul kosakata baru.
Ini adalah gambaran tentang  bahasa tulis yang sedang menjadi tren pada remaja Indonesia  :
1. Menggunakan angka untuk menggantikan huruf. Contoh: 4ku ciNT4 5 K4moe (Aku cinta kamu).
2. Kapitalisasi yang sangat berantakan. Contoh: IH kAmOE JaHAddd (ih kamu jahat)
3. Menambahkan “x” atau “z” pada akhiran kata atau mengganti beberapa huruf seperti “s” dengan dua huruf tersebut dan menyelipkan huruf-huruf yang tidak perlu serta merusak EYD atau setidaknya bahasa yang masih bisa dibaca. Mengganti huruf “s” dengan “c” sehingga seperti balita berbicara. Contoh:, “xory ya, becok aQ gx bica ikut”.
Penggunaan bahasa alay dapat mempersulit penggunanya untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal, di sekolah atau di tempat kerja, kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan dibiasakannya seseorang menggunakan bahasa alay, maka dapat menyulitkan diri sendiri, misalnya  dalam membuat tulisan ilmiah seseorang akan kesulitan menulis karena telah terbiasa menggunakan bahasa alay, dan yang lebih memprihatinkan lagi sampai saat ini belum ada yang pernah mencapai nilai sempurna dalam UN (Ujian Nasional) untuk mata pelajaran bahasa Indonesia.
Dampak negatif lainnya, dapat mengganggu siapa pun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya, karena tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata alay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya. Melihat dampak yang cukup mencengangkan ini apa yang sebaiknya dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan bahasa alay ini?
Yang pertama, sebaiknya guru-guru bahasa Indonesia di sekolah lebih menekankan lagi bagaimana cara penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut EYD.
Yang kedua, pada saat berkomunikasi kita harus bisa membedakan dengan siapa kita berbicara, pada situasi formal atau nonformal. Dengan ini kita bisa menyeimbangkan penggunaan bahasa dengan baik agar bahasa alay tidak mendominasi kosakata yang kita miliki.
Yang ketiga, mengurangi kebiasaan mengirim pesan singkat dengan tulisan yang aneh. Seperti  singkatan kata yang menjadi “yg” dan bukan “yank”, disamping mudah membacanya akan lebih efisien waktu dan tidak membuat si penerima pesan merasa kebingungan membaca tulisan kita.
Yang keempat, banyak membaca tulisan yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Artinya di dalam buku tersebut terdapat tulisan yang formalitas dan sesuai dengan kaidah yang berlaku. Misalnya  wacana, berita, ataupun informasi dalam surat kabar.
Yang kelima, sebaiknya kita rajin membaca KBBI, karena banyak kosakata bahasa Indonesia yang sudah banyak dilupakan. Ini adalah salah satu wujud  bangga terhadap bahasa kita.
Sebaiknya bahasa alay dipergunakan pada situasi yang tidak formal seperti ketika kita sedang berbicara dengan teman atau  pada komunitas yang mengerti dengan sandi bahasaalay tersebut. Kita boleh menggunakannya, akan tetapi bahasa utama kita tetap bahasa Indonesia.
Bahasa menunjukkan bangsa, pemakaian bahasa yang baik dan benar akan mencerminkan bangsa kita. Walaupun bahasa  alay tidak menjadi bahasa yang menggantikan bahasa Indonesia, tetapi lebih baik penggunaan bahasa ini dikurangi, karena dilihat dari kenyataan saat ini, bahasa alay membuat masyarakat Indonesia kian kehilangan cirikebahasa-Indonesiaanya. Siapa lagi yang bangga dengan bahasa Indonesia jika bukan kita siapa lagi???

Selasa, 07 Mei 2013

memalukan-siswa-smpn-16-bekasi-ke-toilet-sekolah-harus-bayar.

GURITAnews - Teramat targis memang mendengar aksi pungutan liar terjadi di sebuah sekolah menegah pertama di kota Bekasi. Sebenarnya bukanlah berita baru bahwa aksi pungli sudah lama terjadi di lingkungan sekolah SMPN 16 ,Bekasi. Namun makin hari seperti makin keterlaluan saja aksi pungli yang dilakukan pihak sekolah kepada para siswanya. Para siswa yang hendak buang air ke WC (toilet) sekarang harus bayar!alais memasukkan uang ke celengan yang telah pihak sekolah. Menurut penuturan para siswa setiap bulannya mereka ssudah dipungut bayaran tidak jelas oleh pihak sekolah. Untuk apa saja uang dari pungutan tak resmi itu memang hingga kini tak jelas peruntukkannya, Wallahualam. “Saya kaget tiba-tiba dikasih tahu anak saya sekarang ke WC sekolah harus bayar, setiap siswa harus bayar. Kayak di terminal saya,” keluh salah satu orangtua siswa yang tak mau disebut namanya, baru-baru ini. Menurut sumber di sekolah tersebut, selama ini WC sekolah memang tidak pernah beres. Kalau tidak mampet, airnya tidak ada dan kalau airnya ada, baunya nggak sangat tak sedap menyegat. Apakah Ini dikarenakan petugas sekolah yang malas, atau pimpinan sekolah tersebut seperti kurang urus? Pekan lalu tampak sejumlah satpam sekolah secara bergiliran berjaga di WC 'bayar' tersebut. Diduga Kepala Sekolah SMPN 16 , Siti Suryasi, S.Pd, telah menginstruksikan kepada satpam sekolah agar mengawasi siswa yang tidak memberikan uang ke celengan yang sudah tersedia. Humas SMPN 16 Kota Bekasi, Nasir, membenarkan aksi 'bayar' masuk WC tersebut. Uang yang terkumpul menurut Nasir akan digunakan untuk uang kegiatan kebersihan, membeli pewangi, dan lainnya. Selama ini, sekolah mengaku kekurangan dana perawatan sekolah, sehingga atas inisiatif pimpinan sekolah kemudian WC diperbaiki menjadi lebih bagus. Namun, kemudian muncul masalah baru ketika para siswa mempertanyakan pertanggungjawaban uang hasil kenclengan tersebut yang terkesan jadi tumpang tindih dengan uang pungutan yang dikoordinir guru di mana tiap kelas dipungut Rp50.000. Lalu bagaimana jika siswa tersebut tak membawa uang lebih (hanya) untuk ke toilet? Karena harus bayar, maka siswa yang tak membawa uang lebih atau lupa bawa uang receh terpaksa harus buang hajat di tempat lain. Sangat memilukan dan memalukan kita semua. “Bener-bener keterlaluan. WC sekolah aja udah dikomersilkan kayak di terminal… Mending kalau hasilnya transparan, ini nggak pernah jelas laporan keuangannya,” kata salah satu orang tua siswa yang sangat kecewa. Menurut Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, mengaku dirinya telah mendapat laporan dari orangtua siswa SMPN 16 tentang banyaknya pungutan liar di sekolah ini. Pungli tersebut mulai dari penerimaan siswa baru (PPDB), sampai kegiatan ekstrakurikuler yang mencapai ratusan ribu tanpa prosedur yang jelas, dan penmanfaatan yang juga tidak jelas. “Saya akan segera pertanyakan kepada Kepala Sekolahnya tentang dugaan pungli-pungli tersebut.Paling lama tiga hari insya Allah akan saya kasih tahu hasilnya,” janji Muin, seperti dilansir bekasipos.com Sumber : http://guritanews.com/index.php/kesra/pendidikan/736-memalukan-siswa-smpn-16-bekasi-ke-toilet-sekolah-harus-bayar.html

Senin, 07 Januari 2013

SOAL PILIHAN GANDA TENTANG PROSES ORGANISASI, HAL: 7 – 9

SOAL PILIHAN GANDA TENTANG PROSES ORGANISASI, HAL: 7 – 9 1. Apa yang anda ketahui dari Departementasi Produk ? Jawab : ( B ) A. Disusun atas dasar kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan wewenang, kekuasaan, tanggung jawab B. Merupakan departementasi yang paling umum dan luas digunakkan dalam merancang struktur, dan dapat dijumpai dalam semua tipe organisasi. C. Merupakan departementasi yang paling umum dan luas D. Keduanya masih merupakaan pendekataan yang berbedauntuk menetukan deskripsi wewenang dalam organisasi 2. Apa yang kalian ketahui tentang Rentang kendali (span of control) dan tuliskan rumus yg terdapat di dalam nya? Jawab : ( A ) A. Beberapa orang jumlah baawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manager atau atasan. V.A. Graicunas, seorang konsultan dan ahli maatematika peracis menemukan rumusan tentang rentang kendali yaitu • R = n (2n-1 + n-1) B. Penentuan basis yang tepat untuk mengelompokkan kegiatan agar menghasilkan satuan-satuan kerja yang efisien dan mengumulkan bagi organisasi secara keseluruhan. • R = n (2.A + n – 1) C. Untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu dan merupakan kunci jabatan managerial. • R = N (2n-1 + n-1) D. Keduanya masih merupakaan pendekataan yang berbedauntuk menetukan deskripsi wewenang dalam organisasi • R = B (2.A + n – 1) 3. Coba sebutkan apa yang dimaksud dengan Tanggung jawab (responsibility) : Jawab : ( A ) A. Kewajiban untuk melakukan sesuatu. Didalam organisai tanggung jawab merupakan kewajiban seseorang untuk melaksanakan tugas atau fungsi organisasi atau kewajiban seseorang bawahan yang diberi tugas atasannya untuk melakukan sesuatu yang diingkan atau atasan tersebut. B. Disusun atas dasar kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan wewenang, kekuasaan, tanggung jawab C. Jumlah tingkatan dalam suatu organisasi dan secara otomatis ada kapan saja seorang individu dijadikan bawahan pada seorang atasan. D. Pembagian kerja yang dilaksanakan.

Selasa, 20 November 2012

SOAL ESSAY TENTANG PROSES ORGANISASI, Hal : 7 – 9

• SOAL ESAY TENTANG PROSES ORGANISASI, Hal : 7 – 9 1. Apa yang dimaksud dengan fungsi structural yang terjadi secara baris besar dapat, jelaskan secara terperinci! : Jawab : a. Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu dan merupakan kunci jabatan managerial. b. Kekuasaan (power) adalah kemampuan untuk melakukan suatu hak yang terjadi dalam wewenang c. Tanggung jawab (responsibility) adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu. Didalam organisai tanggung jawab merupakan kewajiban seseorang untuk melaksanakan tugas atau fungsi organisasi atau kewajiban seseorang bawahan yang diberi tugas atasannya untuk melakukan sesuatu yang diingkan atau atasan tersebut. d. Akuntanbilitas (akuntability) adalah factor yang diluar individu dan perasaan pribadi nya. Akuntabilitas terjadi, bila seseorang manejer menghendaki pertanggung jawaban dan untuk sesuatu kegiataan yang di lakukan bawahan e. Komunikasi dan organisasi, dengan mengusun dan mengendalikan komunikasi, suatu organisasi berharap dapat meningkatkan efisiensi yang menyuluruh f. Hubungan limi dan staff, keduanya masih merupakaan pendekataan yang berbedauntuk menetukan deskripsi wewenang dalam organisasi. Wewenang ini adalah memberikan perintah atau melaksanakaan kegiataan sedangkan wewenag staff memberikan bantuan nasehat. g. Rentang kendali (span of control) adalah beberapa orang jumlah baawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manager atau atasan. V.A. Graicunas, seorang konsultan dan ahli maatematika peracis menemukan rumusan tentang rentang kendali yaitu • R = n (2n-1 + n-1)  di mana R adalah jumlah hubungan, dan n adalah jumlah bawahan.  Struktur flat dan tall, istilah flat berarti datar dan tall berarti tinggi. Dalam organisasi struktur Ini digunakan untuk menggambar pola menyeluruh rentang kendali dan tingkatan manajemen, mengenai sifat dan ruang lingkupnya analog dengan hubungan antara delegasi dan desentralisasi. Struktur flat mempunyai rentang kendali banyak (lebar) sedangkan struktur tall mempunyai rentang kendali sedikit (sempit).  Sentralisasi dan Desentralisasi, desentralisasi wewenang terjadi bila wewenang didelegasikan atau dilimpahkan meluas dalam suatu organisasi, dan sentralisasi wewenang terjadi bila wewenang dipegang atau dipusatkan pada seseorang atau beberapa orang.  Rantai wewenang sekalar, bersangkutan dengan jumlah tingkatan dalam suatu organisasi dan secara otomatis ada kapan saja seorang individu dijadikan bawahan pada seorang atasan. Untuk menentukan pembedaan tingkatan wewenang dalam organisasi adalah semakin tinggi tingkatan semakin besar wewenang.  Kesatuan perintah, dimaksudkan terutama untuk memudahkan koordinasi Meskipun organisasi (formal) disusun atas dasar kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan wewenang, kekuasaan, tanggung jawab, akuntabilitas dan arus komunikasi yang sama, tetapi hasilnya adalah berbagai tipe struktur organisasi yang berbeda-beda. Karena tidak ada pandangan yang paling baik dalam merancang struktur organisasi ataupun menerapkan dalam semua kondisi, maka akan dibahas beberapa tipe deparmentasi yang masing-masing tipe mempunyai berbagai keunggulan dan kelemahan. 2. Apa yang anda ketahui tentang departementasi fungsional dan sebutkan gambar nya? Jawab : merupakan departementasi yang paling umum dan luas digunakkan dalam merancang struktur, dan dapat dijumpai dalam semua tipe organisasi. Gambar :
3. Apa yang dimaksud dengan kekuasaan (Power)? Jawab : kemampuan untuk melakukan suatu hak yang terjadi dalam wewenang

Senin, 05 November 2012

Teori Organisasi Umum Hal 9

GAMBAR 1 a. Departementasi Produk, merupakaan pengelompokan kegiataan – kegiataan atas dasar perbedaan – perbedaan barang atau jasa menurut perbedaan cara produksi atau cara pemakaian nya.
GAMBAR 2 b. Departementasi wilayah, merupakaan kegiataan yang akan diperlukaan bila orgaisasi tersebut beroperasi di wilayah – wilayah yang tersebar.